Translate

Tampilkan postingan dengan label sejarah islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah islam. Tampilkan semua postingan

Sekilas Tentang Kerajaan Samudera Pasai

Serba Sejarah - Kerajaan Samudera Pasai terletak di Aceh, dan merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia. Kerajaan ini didirikan oleh Meurah Silu pada tahun 1267 M. Bukti-bukti arkeologis keberadaan kerajaan ini adalah ditemukannya makam raja-raja Pasai di kampung Geudong, Aceh Utara. Makam ini terletak di dekat reruntuhan bangunan pusat kerajaan Samudera di desa Beuringin, kecamatan Samudera, sekitar 17 km sebelah timur Lhokseumawe. Di antara makam raja-raja tersebut, terdapat nama Sultan Malik al-Saleh, Raja Pasai pertama. Malik al-Saleh adalah nama baru Meurah Silu setelah ia masuk Islam, dan merupakan sultan Islam pertama di Indonesia. Berkuasa lebih kurang 29 tahun (1297-1326 M). Kerajaan Samudera Pasai merupakan gabungan dari Kerajaan Pase dan Peurlak, dengan raja pertama Malik al-Saleh.

Kapan sebenarnya Kerajaan Islam Samudera Pasai berdiri tidak ada suatu kepastian tahun yang didapat. Para peminat dan ahli sejarah masih belum bisa memperoleh suatu kesepakatan mengenai hal ini. Menurut tradisi dan berdasarkan penyelidikan atas beberapa sumber sementara , terutama yang dilakukan oleh sarjana-sarjana Barat khususnya para sarjana Belanda sebelum perang seperti Snouck Hurgronye, J.P. Moquette, J.L. Moens, J. Hushoff Poll, G.P. Rouffaer, H.K.J. Cowan, dan lain-lain, menyebutkan, bahwa Kerajaan Islam Samudera Pasai baru berdiri pada pertengahan abad ke XIII. Dan sebagai pendiri kerajaan ini adalah Sultan Malik As Salih yang meninggal pada tahun 1297.

Selain pendapat yang dikemukakan oleh para sarjana Belanda itu, baik dalam seminar Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia yang berlangsung di Medan sejak tanggal 17 s/d 20 Maret 1963, maupun dalam seminar Masuk dan Berkembangnya Islam di Daerah Istimewa Aceh yang berlangsung di Banda Aceh pada tanggal 10 s/d 16 Juli 1978, oleh beberapa sejarawan dan cendikiawan Indonesia (diantaranya Prof. Hamka, Prof. A.Hasjmy, Prof. H.Aboe Bakar Atjeh, H. Mohammad Said dan M.D. Mansoer) yang ikut serta dalam kedua seminar tersebut telah pula melontarkan beberapa pendapat dan dalil-dalil baru yang berbeda dengan yang lazim dikemukakan oleh para sarjana Belanda seperti tersebut di atas.

Berdasarkan beberapa petunjuk dan sumber-sumber baru yang mereka kemukakan diantaranya keterangan-keterangan para musafir Arab tentang Asia Tenggara dan dua buah naskah lokal yang diketemukan di Aceh yaitu, “Idhahul Hak Fi Mamlakatil Peureula” karya Abu Ishak Al Makarany dan Tawarich Raja-raja Kerajaan Aceh ,mereka berkesimpulan bahwa Kerajaan Islam Samudera Pasai sudah berdiri sejak abad ke XI M, atau tepatnya pada tahun 433 H (1042 M). Dan sebagai pendiri serta sultan yang pertama dari kerajaan ini adalah Maharaja Mahmud Syah, yang memerintah pada tahun 433-470 H atau bertepatan dengan tahun 1042-1078 M.

Atas dasar peninggalan-peninggalan dan penemuan-penemuan dari hasil penggalian dan yang dilakukan oleh Dinas Purbakala Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, dapat diketahui bahwa lokasi kerajaan ini di daerah yang dewasa ini dikenal dengan nama Pasai. Yaitu suatu daerah di pantai Timur Laut Pulau Sumatera yang terletak antara dearah Peusangan dengan Sungai Jambo Aye di kabupaten Aceh Utara, Propinsi Daerah Istimewa Aceh. G.P. Rouffaer, salah seorang sarjana Belanda yang menyelidiki tentang kerajaan ini menyatakan bahwa Pasai mula-mula terletak di sebelah kanan Sungai Pasai, sedangkan Samudera berada di sebelah kirinya, tetapi lama kelamaan Samudera dan Pasai ini menjadi satu dan disebut Kerajaan Samudera Pasai

Menurut berita-berita luar yang juga diceritakan dalam Hikayat Raja-raja Pasai kerajaan ini letaknya di kawasan Selat Melaka pada jalur hubungan laut yang ramai antara dunia Arab, India dan Cina. Disebutkan pula bahwa kerajaan ini pada abad ke XIII sudah terkenal sebagai pusat perdagangan di kawasan itu.

Nama Samudera dan Pasai sudah populer disebut-sebut baik oleh sumber-sumber Cina, Arab dan Barat maupun oleh sumber-sumber dalam negeri seperti Negara Kertagama (karya Mpu Prapanca, 1365) pada abad ke XIII dan ke XIV M. Dan tentang asal usul nama kerajaan ini ada berbagai pendapat. Menurut J.L. Moens, kata Pasai berasal dari istilah Parsi yang diucapkan menurut logat setempat sebagai Pa’Se. Dengan catatan bahwa sudah semenjak abad ke VII M, saudagar-saudagar bangsa Arab dan Parsi sudah datang berdagang dan berkediaman di daerah yang kemudian terkenal sebagai Kerajaan Islam Samudera Pasai . Pendapat ini adalah sesuai dengan apa yang telah dikemukakan oleh Prof. Gabriel Ferrand dalam karyanya (L’Empire, 1922, hal.52-162), dan pendapat Prof. Paul Wheatley dalam (The Golden Khersonese, 1961, hal.216), yang didasarkan pada keterangan para musafir Arab tentang Asia Tenggara. Kedua sarjana ini menyebutkan bahwa sudah sejak abad ke VII M, pelabuhan-pelabuhan yang terkenal di Asia Tenggara pada masa itu, telah ramai dikunjungi oleh para pedagang dan musafir-musafir Arab. Bahkan pada setiap kota-kota dagang itu telah terdapat fondachi-fondachi atau permukiman-permukiman dari pedagang-pedagang yang beragama Islam. Mohammad Said, salah seorang wartawan dan cendikiawan Indonesia yang berkecimpung dengan penelitiannya tentang kerajaan ini dan kerajaan Aceh, dalam prasarannya yang berjudul “Mentjari Kepastian Tentang Daerah Mula dan Cara Masuknya Agama Islam ke Indonesia, berkesimpulan bahwa istilah PO SE yang populer digunakan pada pertengahan abad ke VIII M seperti terdapat dalam laporan-laporan Cina, adalah identik atau mirip sekali dengan Pase atau Pasai.

Sehubungan dengan asal nama kerajaan Samudera Pasai ini, Hikayat Raja-raja Pasai salah sebuah Historiografi Melayu yang banyak mengandung unsur-unsur Mythe, Legende, Geneologi dan Sejarah di dalamnya , memberi suatu keterangan yang berkaitan dengan totemisme, yaitu disebutkan antara lain:
“…pada suatu hari merah Silu pergi berburu. Maka ada seekor anjing dibawanya akan perburuan Merah Silu itu bernama si Pasai. Maka dilepaskannya anjing itu lalu menjalak di atas tanah tinggi itu. Maka dilihatnya ada seekor semut besarnya seperti kucing maka ditangkapnya oleh erah Silu itu lalu dimakannya. Maka tanah tinggi itupun disuruh Merah Silu tebas pada segala orang yang sertanya itu. Maka setelah itu diperbuatnya akan istananya. Setelah sudah maka Merah Silupun duduklah ia di sana dengan segala hulubalangnya dan segala rakyatnya diam ia di sana maka dinamai oleh Merah Silu negeri Samudera, artinya semut yang amat besar.

Selanjutnya tentang asal nama Pasai, baik Hikayat Melayu maupun Hikayat Raja-raja Pasai menyebutkan sebagai berikut:
“…setelah sudah jadi negeri itu maka anjing perburuan yang bernama si Pasai itupun matilah pada tempat itu. Maka disuruh sultan tanamkan dia di sana juga. Maka dinamai baginda akan nama anjing nama negeri itu”.
Kalau kita berpegang dari keterangan kedua hikayat yang mithologis tersebut, maka nama Samudera berasal dari nama seekor semut besar dan nama Pasai berasal dari nama anjingpiaraan Raja merah Silu, yaitu si Pasai. Hal ini sangat menarik untuk diselidiki lebih lanjut, sejauh mana terdapat hubungan antara totemisme dengan usaha pemberian keterangan tentang asal dan arti kerajaan Islam Samudera Pasai itu. Karena lazimnya untuk nama kerajaan-kerajaan di Nusantara ini sebelum tahun 1500, diambil dari nama pohon, buah-buahan dan lain sebagainya.

Seperti juga disebutkan dalam kedua hikayat tersebut di atas, bahwa raja Samudera Pasai yang pertama sekali menganut agama Islam adalah Malik As Salih. Pada nisan sultan ini yang dibuat dari batu graniet dapat diketahui bahwa ia mangkat pada bulan Ramadhan tahun 696 H, yang diperkirakan bertepatan dengan tahun 1297 M.Tentang bagaimana dan siapa yang mengembangkan agama Islam buat pertama kali di kerajaan ini, Hikayat Raja-raja Pasai antara lain meyebutkan sebagai berikut:
“…pada zaman Nabi Muhammad Rasul Allah salla’llahu ‘alaihi wassalama tatkala lagi hajat hadhrat jang maha mulja itu, maka sabda ia pada sahabat baginda di Mekkah, demikian sabda baginda: “Bahwa ada sepeninggalku itu ada sebuah negeri di atas angin samudera namanja. Apabila ada didengar kabar negeri itu maka kami suruh kamu sebuah kapal membawa perkakas dan kamu bawa ia orang dalam negeri masuk agama Islam serta mengutjapkan dua kalimah sjahadat. Sjahdan lagi akan didjadikan Allah Subhanahu wa ta’ala dalam negeri itu terbanjak daripada segala wali Allah djadi dalam negeri itu”.

Dan tentang pengislaman serta penggantian nama Raja Merah Silu dengan nama yang baru Malikul Salih, hikayat itu juga memberi keterangan:
“Sebermula maka bermimpi Merah Silu dilihatnja dalam mimpinja itu ada seorang-orang menumpang dagunya dengan segala djarinja dan matanja ditutupnja dengan empat djarinja, demikian katanja: “Hai Merah Silu, udjar olehmu dua kalimah Sjahadat”.

Maka sahut Merah Silu “Tiada hamba tahu mengutjap akan dia”.

Maka Udjarnya: “Bukakan mulutmu”. Maka dibukanja mulut Merah Silu, maka diludahinja mulut merah silu itu rasanya lemak manis. Maka udjarnja akan merah silu “Hai Merah Silu engkaulah Sultan Malikul’-Saleh namamu sekarang Islamlah engkau dengan mengutjap dua kalimah itu…”

Hikayat itu juga menyebutkan bahwa orang yang menyebarkan/mengislamkan Sultan Samudera Pasai itu adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad Rasul Allah Salla’llahu’alaihi wasallam, yaitu seorang Syarif berasal dari Mekah yang bernama Syarif Syaih Ismail .

Selain menurut hikayat tersebut, tradisi setempat juga menyebutkan bahwa raja pertama yang memeluk agama Islam di wilayah itu adalah Sultan Malik Al Salih. Tetapi menurut catatan atau suatu sumber yang dimiliki oleh M. Junus Jamil, menyebutkan bahwa pada awal bulan Zulkaidah 610 Hijrah (1213 M), telah meninggal di kerajaan itu (Samudera Pasai) seorang Wazir Sultan Al Kamil yang bernama Maulana Quthubulma’ali Abdurrahman Al Pasi. Kalau sumber ini benar maka keterangan tersebut bermakna bahwa jauh sebelum Malik As Salih sudah terdapat sultan yang memeluk agama Islam di kerajaan itu. Seperti telah disebutkan bahwa raja Samudera Pasai yang pertama berdasarkan sumber sejarah yang konkrit ialah Malik As Salih yang meninggal tahun 1297. Kalau dalam tahun 1297, kita kenal sebagai tahun kematian raja itu, tentunya masyarakat Islam di kerajaan itu telah terdapat jauh sebelumnya. Karena pertumbuhan sesuatu biasanya menghendaki suatu proses, suatu tempo yang lama. Demikian juga dari keterangan yang diberikan Hikayat Raja-raja PasaiI seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa Nabi Muhammad telah menyebutkan nama kerajaan Samudera dan juga agar penduduk kerajaan itu diislamkan oleh salah seorang sahabat beliau, maka bukan tidak mungkin Islam sudah masuk ke kerajaan itu tidak lama sesudah Nabi Muhammad wafat. Jadi pada sekitar abad pertama Hijrah atau bertepatan dengan abad ketujuh/kedelapan tahun Masehi. Dan dapat pula diperkirakan bahwa Islam yang masuk itu langsung datang dari Mekah.

Bukanlah maksud penulis di sini untuk membuat suatu uraian panjang lebar tentang masalah proses masuknya Islam ke Kerajaan Samudera Pasai. Sebagaimana telah penulis singgung pada awal tulisan ini, adalah masih sangat sukar untuk merekonstruksikan sejarah kerajaan-kerajaan di wilayah Indonesia pada periode sebelum tahun 1500, oleh karena bukti sejarah tentang hal itu masih belum memadai. Di sini penulis hanya mencoba merangkaikan suatu gambaran sejarah berdasarkan tulisan-tulisan yang telah ada tentang kerajaan itu. Maka untuk mendapat suatu gambaran historis dari perkembangan Kerajaan Islam Samudera Pasai, berikut ini akan ditinjau beberapa aspek, terutama tentang sistem sosio kulturil yang penulis perkirakan berlaku di kerajan itu.

Seperti diketahui, Samudera Pasai adalah sebuah kerajaan yang bercorak Islam dan sebagai pimpinan tertinggi kerajaan berada di tangan sultan yang biasanya memerintah secara turun temurun. Lazimnya kerajaan-kerajaan pantai atau kerajaan yang berdasarkan pada kehidupan/kejayaan maritim yang termasuk dalam struktur kerajaan tradisionil kerajaan-kerajaan Melayu, seperti kerajaan Islam Samudera Pasai, disamping terdapat seorang sultan sebagai pimpinan kerajaan, terdapat pula beberapa jabatan lain, seperti Menteri Besar (Perdana Menteri atau Orang Kaya Besar), seorang Bendahara, seorang Komandan Militer atau Panglima Angkatan laut yang lebih dikenal dengan gelar Laksamana, seorang Sekretaris Kerajaan, seorang Kepala Mahkamah Agama yang dinamakan Qadi, dan beberapa orang Syahbandar yang mengepalai dan mengawasi pedagang-pedagang asing di kota-kota pelabuhan yang berada di bawah pengaruh kerajaan itu. Biasanya para Syahbandar ini juga menjabat sebagai penghubung antara sultan dan pedagang-pedagang asing.

Sebagaimana lazimnya sebuah kerajaan maritim, Kerajaan Islam Samudera Pasai dapat berkembang karena mempunyai suatu kekuatan angkatan laut yang cukup besar menurut ukuran masa itu dan mutlak diperlukan untuk mengawasi perdagangan di wilayah kekuasaannya. Dan karena sebagai kerajaan maritim, kerajaan ini sedikit sekali mempunyai basis agraris yang hanya diperkirakan berada sekitar sebelah –menyebelah sungai Pasai dan sungai Peusangan saja, dimana terdapat sejumlah kampung-kampung (meunasah-meunasah) yang merupakan unit daripada bentuk masyarakat terkecil di wilayah Samudera Pasai pada waktu itu. Dan selain itu meunasah-meunasah ini merupakan lembaga-lembaga pemerintahan terkecil pula dari Kerajaan Samudera Pasai pada waktu itu.

Pengawasan terhadap perdagangan dan pelayaran di kota-kota pantai yang berada di bawah pengaruh Kerajaan Samudera Pasai merupakan sendi-sendi kerajaan yang memungkinkan kerajaan memperoleh penghasilan dan pajak yang besar selain upeti-upeti yang dipersembahkan oleh kerajaan-kerajaan di bawah pengaruhnya. Perdagangan yang menjadi basis hubungan-hubungan yang tetap dengan kerajaan-kerajaan luar seperti dengan Malaka, Cina, India dan sebagainya, telah menjadikan Kerajaan Islam Samudera Pasai sebagai sebuah Kerajaan Islam yang sangat terkenal dan berpengaruh di kawasan Asia Tenggara terutama pada abd ke XIV dan XV. Karena kebesarannya itu, maka Kerajaan Islam Samudera Pasai telah pula dapat mengembangkan penyiaran agama Islam ke wilayah-wilayah lainnya di Nusantara pada waktu itu.

Diantaranya ke Minangkabau, Palembang, Jambi, Patani, Malaka, Jawa dan beberapa kerajaan pantai di sekitarnya. Pada abad ke XIV Kerajaan Islam Samudera Pasai menjadi pusat studi agama Islam dan juga tempat berkumpul ulama-ulama dari berbagai negara Islam untuk berdiskusi tentang masalah-masalah keduniawian dan keagamaan. Berdasarkan berita dari Ibn.Batutah, seorang pengembara asal Maroko yang mengunjungi Samudera Pasai pada tahun 1345/6, kerajaan ini berada pada puncak kejayaannya. Ibn-Batutah berada dikerajaan ini selama dua minggu dan telah melihat banyak tempat ini(kraton Samudera Pasai), mempunyai benteng di sekelilingnya. Dia telah diterima oleh wakil laksamana di Balairung dan telah diberi persalinan menurut adat setempat. Pada hari ketiga di sana Ibn Batutah mendapat kesempatan untuk menghadap sultan yang memerintah pada ketika itu yaitu Sultan Malikul Zahir yang dianggapnya sebagai sultan yang termasyur dan peramah. Selama di Samudera Pasai Ibn Batutah telah berjumpa dengan tiga orang ulama terkenal, yang masing-masing bernama Amir Dawlasa berasal dari Delhi (India), Kadi Amir Said berasal dari Shiraz dan Tajuddin berasal dari Ispahan. Dan disebutkan bahwa sultan Samudera Pasai sangat suka berdiskusi masalah-masalah agama dengan ulama-ulama itu.

Dengan melihat Samudera Pasai sebagai pusat studi dan pertemuan para ulama seperti tersebut di atas dan sesuai dengan yang telah diutarakan oleh Prof.A.Hasjmy, bahwa banyak sekali tokoh dan para ahli dari berbagai disiplin pengetahuan yang datang dari luar seperti dari Persia (bagian dari Daulah Abbasiyah) untuk membantu kerajaan Islam Samudera Pasai, maka dapat dipastikan bahwa sistem dan organisasi pemerintahan di kerajaan itu, tentunya seirama dengan sistem yang dianut oleh pemerintahan daulah Abbasiyah. Dan menurut catatan Ibn Batutah, diantara pejabat tinggi Kerajaan Islam Samudera Pasai yang ikut melepaskan sultan meninggalkan mesjid di hari Jum’at yaitu Al Wuzara (para menteri) dan Ak Kuttab (para sekretaris) dan para pembesar lainnya . Selain itu menurut catatan M.Yunus Jamil, bahwa pejabat-pejabat Kerajaan Islam Samudera Pasai terdiri dari orang-orang alim dan bijaksana. Adapun nama-nama dan jabatan-jabatan mereka adalah sebagai berikut:
1. Seri Kaya Saiyid Ghiyasyuddin, sebagai Perdana Menteri.
2. Saiyid Ali bin Ali Al Makaarani, sebagai Syaikhul Islam.
3. Bawa Kayu Ali Hisamuddin Al Malabari, sebagai Menteri Luar Negeri.

Dari catatan-catatan, nama-nama dan lembaga-lembaga seperti tersebut di atas, Prof.A.Hasjmy berkesimpulan bahwa, sistem pemerintahan dalam Kerajaan Islam Samudera Pasai sudah teratur baik, dan berpola sama dengan sistem pemerintahan Daulah Abbasiyah di bawah Sultan Jalaluddin Daulah (416-435 H).

Untuk lebih mempererat hubungan antar kerajaan-kerajaan yang berada di bawah pengaruh Samudera Pasai ditempuh pula lewat jalan perkawinan. Dapat disebutkan di sini misalnya, perkawinan antara putri-putri dari Kerajaan Perlak dengan sulthan-sulthan Kerajaan Samudera Pasai. Selain itu juga Raja Malaka yang pertama Parameswara setelah memeluk agama Islam telah mempersunting puteri Kerajaan Pasai sebagai isterinya. Dan dengan adanya perkawinan ini telah meningkatkan pula hubungan perdagangan antara Malaka dengan Kerajaan Samudera Pasai. Juga pada masa kejayaan kerajaan ini seorang ulama Pasai yang bernama Fatahillah, telah melakukan dakwah Islam sampai ke Pulau Jawa. Dan setelah mengislamkan Banten serta memperisteri putri dari kerajaan tersebut, kemudian mendirikan suatu kesultanan di sana.

Berdasarkan beberapa mata uang emas yang disebut deureuham, yang berhasil diketemukan sebagai sebagai salah satu peninggalan dari kerajaan itu, menunjukkan bahwa kerajaan Islam Samudera Pasai cukup makmur pada kurun waktu seperti tersebut di atas. Karena sebuah kerajaan yang dapat menerbitkan mata uang emas sendiri pada masa itu, menandakan bahwa kerajaan itu cukup makmur menurut ukuran masa itu. Mata uang emas Kerajaan Samudera Pasai ini telah diperkenalkan pula oleh orang-orang kerajaan itu ke beberapa bandar perdagangan di Nusantara pada waktu itu, diantaranya ke bandar Malaka.

Atas dasar mata uang emas yang pernah diketemukan itu, dapat diketahui pula beberapa nama-nama raja yang pernah memerintah di Kerajaan Islam Samudera Pasai. Menurut T. Ibrahim Alfian yang mendasarkan atas mata uang emas tersebut, urutan-urutan raja yang memerintah di kerajaan tersebut adalah sebagai berikut: sebagai sulthan yang pertama adalah sulthan Malik As Salih yang memerintah pada tahun 1297. Sulthan ini diganti oleh puteranya yang bernama Sulthan Muhammad Malik Az Zahir (1297-1326); sebagai sulthan yang ketiga yaitu sulthan Mahmud Malik Az-Zahir (1326 ± 1345); sulthan yang keempat adalah Mansur Malik Az-Zahir (?- 1346); sulthan yang kelima adalah Sulthan Ahmad Malik Az-Zahir yang memerintah (ca. 1346-1383); sebagai sulthan yang keenam yaitu Sulthan Zain Al-Abidin Malik Az-Zahir yang memerintah (1383-1405); sulthan yang ketujuh yaitu Sultanah Nahrasiyah, yang memerintah (1405-1412); sebagai sulthan yang kedelapan yaitu Sulthan Sallah Ad-Din yang memerintah (ca.1402-?); sulthan yang kesembilan yaitu Abu Zaid Malik Az-Zahir (?-1455); sebagai sulthan yang kesepuluh yaitu Mahmud Malik Az-Zahir, memerintah (ca.1455-ca. 1477); sulthan yang kesebelas yaitu Zain Al-‘Abidin, memerintah (ca.1477-ca.1500); sebagai sulthan yang sebagai kedua belas yaitu Abdullah Malik Az-Zahir, yang memerintah (ca.1501-1513); dan sebagai sulthan yang terakhir dari Kerajaan Islam samudera Pasai adalah Sulthan Zain Al’Abidin, yang memerintah tahun 1513-1524.

Setelah tahun 1524, Kerajaan Islam Samudera Pasai berada di bawah pengaruh kesultanan Aceh yang berpusat di Bandar Aceh Darussalam.



Silang Pendapat Masuknya Islam ke Indonesia

Serba Sejarah - Sejarah tentang masuknya Islam di Indonesia masih terjadi silang pendapat antara tokoh satu dengan yang lainnya. Perbedaan pendapat ini disebabkan karena adanya perbedaan cara pandang yang disebabkan perbedaan bukti-bukti atau alasan yang mereka kemukakan. Pendapat-pendapat itu antara lain adalah :
Islam masuk ke Indonesia abad 7. Pendapat ini didukung oleh tokoh-tokoh sebagai berikut :
Dr. Hamka
Beliau mendukung pendapat yang mengatakan islam masuk ke Indonesia abad 7 M dengan alasan bahwa pada tahun 674 M Raja Tacheh (arab) mengirimkan utusannya kepada ratu sima yang terkenal adil dan jujur. Selain itu waktu itu di jawa dijumpai orang arab islam.

Zainal arifin abbas
Dia mengatakan bahwa tahun 668 M ada utusan arab di cina yang telah mempunyai pengikut islam di Sumatra utara.

Drs. Juned pariduri
Dia mengatakan bahwa tahun 670 di barus (tapanuli-sumut) islam mulai masuk . dasarnya adanya makam syekh mukaddin di barus yang berangka tahun Ha-mim yang artinya 48 H/670M.

Berita cina zaman dinasti Tang
Bahwa di kanton/sumatera ada orang yang beragama islam
Islam masuk ke Indonesia abad 11 M
Pendapat ini didasarkan pada adanya makam Fatimah binti maimun di Leran Gresik yang berangka tahun 1082 M
Islam masuk di Indonesia abad 13 M
Pendapat ini berdasarkan :
Berita marcopolo yang pernah singgah di sumatera utara ketika ia mengadakan perjalanan dari cina ke Persia. Di sumatera utara marcopolo menjumpai orang yang telah memeluk agama islam.
Batu nisan malik al saleh berangka tahun 1297 menunjukan batu nisan seoran muslim.
Islam masuk ke Indonesia abad 15 M
Pendapat ini didasarkan pada berita dari Ma Huan yang pernah singgah di gresik tahun 1416. Disitu Ma Huan melihat sudah banyak masyarakat beragama islam.

Proses Awal Kedatangan Islam ke Indonesia

Peta persebaran Islam di Nusantara
Serba Sejarah - Proses Islamisasi di setiap daerah di Indonesia dilakukan secara bertahap. Daerah yang pertama mendapat pengaruh Islam adalah daerah Indonesia bagian Barat. Daerah ini merupakan jalur perdagangan internasional sehingga pengaruh dapat dengan cepat tumbuh di sana. Daerah pesisir itu nantinya menumbuhkan pusat-pusat kerajaan Islam seperti Samudera Pasai, Pidie, Aceh, Banten, Demak, Banjarmasin, Goa Makasar, Gresik, Tuban, Cirebon, Ternate dan Tidore sebagai pusat kerajaan Islam yang berada disekitar pesisir. Kota-kota pelabuhan seperti Jepara, Tuban, Gresik, Sedayu adalah kota-kota Islam di Pulau Jawa. Di Jawa Barat telah tumbuh kota-kota Islam seperti Cirebon, Jayakarta, dan Banten
Ada beberapa pendapat mengenai proses Islamisasi di Indonesia. Menurut Ricklefs, proses Islamisasi dilakukan dengan dua proses. Pertama, penduduk pribumi berhubungan dengan agama Islam dan kemudian menganutnya. Kedua, orang-orang asing (Arab, India, Persia, dan lain-lain) yang telah memeluk agama Islam bertempat tinggal secara permanen di suatu wilayah Indonesia, melakukan perkawinan campuran dan mengikuti gaya hidup lokal sehingga ajaran Islam dengan mudah masuk dalam kehidupan pribumi (orang Indonesia). Perkembangan berikutnya penyebaran Islam dilakukan melalui pertunjukan kesenian, diplomasi politik dengan penguasa setempat, membuka lembaga-lembaga pendidikan seperti pesantren, dan tasawuf.
Para sejarawan Indonesia berpendapat bahwa proses Islamisasi di Indonesia sudah dimulai pada abad pertama Hijriyah atau abad ke-7 Masehi. Pendapat ini berdasarkan bukti bahwa pada abad ke-7 di pusat kerajaan Sriwijaya telah dijumpai perkampungan-perkampungan pedagang Arab. Pendapat lain dikemukan oleh Mouquette (Ilmuwan Belanda) yang menyatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13-14 Masehi. Penentuan waktu itu berdasarkan tulisan pada batu nisan yang ditemukan di Pasai. Batu nisan itu berangka tahun 17 Djulhijah 831 atau 21 September 1428 M dan identik dengan batu nisan yang ditemukan di makam Maulana Malik Ibrahim (822 H atau 1419 M) di Gresik, Jawa Timur. Begitu juga dengan ditemukannya batu nisan Malik al-Saleh ( raja Samudera Pasai) yang berangka tahun 698 H atau 1297 M. Selain sumber batu nisan, sumber lainnya didapat dari tulisan Marcopolo (pedagang Venesia) yang singgah di Sumatera dalam perjalanan pulangnya dari Cina pada tahun 1292. Di sana disebutkan bahwa Perlak merupakan kota Islam.

Makam Leluhur Dinasti Mataram Islam dan Masjid Besar di Kotagede

Serba Sejarah - Kotagede masih menampakkan sisa-sisa wajahnya sebagai bekas pusat kerajaan besar di masa lampau. Situs terpenting yang kemungkinan membuat Kotagede tetap lestari, adalah adanya Makam Raja-raja Dinasti Mataram Islam serta Masjid Besar Mataram, yang sangat dimuliakan dan dihormati oleh Kasultanan Yogyakarta maupun Kasunanan Surakarta, dua kerajaan yang menjadi penerus Dinasti Mataram Islam.
Situs Makam Raja-raja Dinasti Mataram Islam serta Masjid Besar Mataram terletak hanya beberapa ratus meter di sebelah selatan Pasar Kotagede sekarang. Di kanan jalan, akan kita jumpai pohon beringin besar pada sebuah halaman yang cukup luas untuk ukuran Kotagede. Inilah pintu gerbang utama memasuki kedua situs itu.
Di sisi kiri dan kanan halaman ini terdapat sepasang bangsal terbuka yang dipergunakan para peziarah untuk beristirahat. Bangsal sebelah selatan dipayungi oleh pohon beringin besar dan rindang, yang disebut Waringin Sepuh. Konon, pohon yang sangat tua ini ditanam oleh Kanjeng Sunan Kalijaga yang sudah ada sejak tempat ini dibangun hampir 5 abad yang lalu. Sebagian orang percaya, daun-daunnya yang berguguran ke tanah memiliki tuah tertentu. Mereka mencari 2 helai daun yang jatuh dalam kondisi terbuka dan tertutup, lalu membawanya dalam perjalanan sebagai bekal keselamatan.
Di sebelah barat sana, berdiri gapura besar yang disebut Gapura Padureksa. Pada kiri kanan jalan menuju gapura, berjajar sejumlah rumah tradisional yang yang disebut Dondhongan. Ini adalah tempat tinggal keluarga Dondhong, para abdi dalem yang bertugas membersihkan halaman makam dan masjid, sekaligus sebagai juru do’a kepada arwah para leluhur yang disemayamkan di makam para raja, yang lazim disebut Makam Senopaten.
Gapura Padureksa merupakan pintu gerbang masuk halaman masjid yang ada di sebelah timur. Hiasan Kala yang terdapat pada bagian atas gapura serta hiasan-hiasan pada tembok di sekitarnya, mengingatkan kita pada ornamen dekoratif yang banyak dijumpai pada bangunan bergaya Hindu. Gapura ini dilengkapi dengan tembok pembatas atau kelir yang juga terbuat dari batu bata. Dibalik kelir inilah terdapat halaman besar dimana Masjid Besar Mataram berada.
Masjid Besar Mataram adalah salah satu bagian penting Keraton Mataram yang masih berdiri hingga saat ini. Babad Momana menyebutkan bahwa masjid ini selesai dibangun pada tahun 1589 Masehi. Bangunannya berbentuk tajug dengan atap bertumpang tiga. Dinding ruang utama masjid ini diperkirakan masih asli karena terdiri dari susunan balok-balok batu kapur tanpa semen. Kolam-kolam yang ada di sekitar serambi masjid yang dahulu dipergunakan oleh para jamaah untuk menyucikan diri sebelum memasuki masjid.
Selain Gapura Padureksa di sisi timur, masih terdapat 2 buah gapura sejenis yang terdapat di sisi utara dan selatan. Gapura yang berada di sisi selatan, menghubungkan halaman Masjid dengan kompleks Makam Senopaten.
Pada halaman pertama yang kita jumpai, berdiri sebuah bangunan yang disebut Bangsal Duda. Bangunan ini didirikan pada tahun 1644 oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma, cucu Panembahan Senopati, yang bertahta di Kerajaan Mataram antara tahun 1613 hingga 1645. Bangsal ini adalah salah satu tempat yang digunakan sebagai tempat jaga para abdi dalem Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta yang secara bergilir melakukan tugas jaga di seputar makam.
Di sebelah barat Bangsal Duda terdapat pintu gerbang yang disebut Regol Sri Manganti, lengkap dengan kelir atau tembok pembatasnya. Dibalik Regol Sri Manganti inilah akan dijumpai halaman utama sebelum memasuki Makam Senopaten. Di sini terdapat beberapa bangunan yang dipergunakan sebagai tempat jaga para abdi dalem yang bertugas di Makam Senopaten, sekaligus menjadi tempat bagi para peziarah untuk beristirahat dan mempersiapkan diri sebelum memasuki kompleks makam. 2 bangunan yang berada di sebelah barat disebut Bangsal Pengapit. Bangsal sebelah utara dikhususkan bagi peziarah putri, sedangkan yang selatan dikhususkan bagi peziarah putra. Untuk memasuki kompleks makam, para peziarah diwajibkan mengikuti sejumlah tata tertib, diantara yaitu kewajiban untuk memakai pakaian tradisional tertentu.
Di Makam Senopaten ini disemayamkan para leluhur Dinasti Mataram Islam, khususnya para raja beserta kerabat dekatnya. Mereka yang disemayamkan di makam ini diantaranya: Panembahan Senopati, Ki Ageng Pemanahan, Panembahan Sedo ing Krapak, Kanjeng Ratu Kalinyamat, Kanjeng Ratu Retno Dumilah, Nyai Ageng Nis, Nyai Ageng Mataram, Nyai Ageng Juru Mertani, serta sejumlah tokoh lainnya.
Pada bangunan Prabayeksa dalam kompleks makam terdapat sebuah makam yang unik, karena separuh bagian berada di sisi dalam dan separuh bagian lainnya di sisi luar. Ini adalah makam Ki Ageng Mangir Wonoboyo. Konon, ini dimaksudkan sebagai lambang statusnya, sebagai menantu sekaligus musuh Panembahan Senopati. Di makam ini juga disemayamkan Sri Sultan Hamengku Buwono II , satu-satunya raja Kasultanan Yogyakarta yang tidak dimakamkan di Imogiri, serta makam saudaranya, Pangeran Adipati Pakualam I.
Peziarah yang mengunjungi makam atau ingin bertirakat juga disyaratkan untuk mandi atau berendam di kolam yang terletak di sebelah selatan makam. Kolam ini disebut Sendhang Selirang. Ada 2 buah sendhang, Sendhang Kakung berada di sebelah utara dan Sendhang Putri di sebelah selatan. Mata air Sendhang Kakung konon berada tepat di bawah makam. Sementara Sendhang Putri memiliki sumber mata air yang berasal dari bawah pohon beringin yang terletak di jalan masuk kompleks makam.
Selain kedua kolam tersebut, di sebelah barat tembok makam juga terdapat sebuah sumber air bernama Sumber Kemuning. Konon, sumber air ini berasal dari cis atau senjata yang ditusukkan ke tanah oleh Kanjeng Sunan Kalijaga.

Sumber: http://sejarah.kompasiana.com/

Penyebaran Islam di Nusantara

Serba Sejarah - Agama dan kebudayaan Islam mengalami perkembangan yang cukup pesat di wilayah Indonesia. Perkembangan ini berawal dari masyarakat indonesia yang berada di daerah pesisir pantai dari daerah pesisir pantai inilah, agama dan kebudayaan Islam dikembangkan ke daerah pedalaman oleh para ulama. Perkembangan di daerah pedalaman ini ditujukan kepada kelangan istana yaitu raja, keluarga raja dan kaum bangsawan.
Apabila raja dan kaum bangsawan telah masuk islam, maka rakyat sangat patuh dan taat terhadap perintah-perintah rajanya.
Berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan di Indonesia, para ahli menafsirkan bahwa agama dan kebudayaan islam diperkirakan masuk ke Indonesia pada sekitar abad ke 7 M, yaitu pada masa kekuasaan kerajaan Sriwijaya. Penafsiran para ahli ini diperkuat dengan berita-berita pada masa itu telah terdapat pedagang-pedagang Arab yang melakukan aktifitas perdagangan di Kerajaan Sriwjaya, bahkan mereka telah memiliki perkampungan tempat tinggal sementara dipusat Kerajaan Sriwijaya.
Pendapat lain membuktikan bahwa agama dan kebudayaan Islam masuk ke wilayah Indonesia dibawa oleh para pedagang Islam dari Gujarat (India). Hal ini dilihat dari penemuan unsur-unsur Islam di Indonesia yang memiliki persamaan dengan India seperti batu nisan yang dibuat oleh orang-orang Kambay, Gujarat.
Berdasarkan bukti-bukti ini para ahli membuat sebuah kesimpulan bahwa agama dan kebudayaan Islam telah masuk ke Indonesia pada abad ke 7 M dibawa para pedagang dari Arab. Persia dan India (Gujarat) dan berkembang secara nyata sekitar abad ke 13 M.
Masuk dan berkembangnya pengaruh agama dan kebudayaan Islam ke Indonesia diperkuat oleh beberapa sumber berita sejarah, baik yang berasal dari luar negeri maupun dari dalam negeri sumber-sumber berita itu diantaranya sebagai berikut :
Berita Arab. Berita ini diketahui melalui para padagang Arab yang telah melakukan aktifitas dalam bidang perdagangan dengan bangsa Indonesia pada masa perkembangan Kerajaan Sriwijaya (abad ke 7 M) sebagai kerajaan maritim yang menguasai jalur pelayanan perdagangan di wilayah Indonesia bagian barat termasuk Selat Malaka. Kegiatan para pedagang Arab di kerajaan Sriwijaya dibuktikan dengan adanya sebutan para pedagang Arab untuk Kerajaan Sriwijaya, yaitu Zabag, Zabay atau Sribusa.
Berita Eropa. Berita ini datangnya dari Marcopolo, ia adalah orang eropa yang pertama kali menginjakkan kakinya di wilayah Indonesia, ketika ia kembali dari Cina menuju Eropa melalui jalan laut. Ia mendapat tugas dari kaisar cina untuk mengantarkan putrinya yang dipersembahkan kepada kaisar Romawi. Dalam perjalanannya itu ia singgah di Sumatra bagian Utara. Di daerah ini ia telah menemukan adanya Kerajaan Islam, yaitu Kerajaan samudera dengan ibu kotanya Pasai.
Berita India. Dalam berita ini disebutkan bahwa para pedagang India dari Gujarat mempunyai peranan yang sangat penting didalam penyebaran agama dan kebudayaan Islam di Indonesia, terutama kepada masyarakat yang terletak di daerah pesisir pantai.
Berita Cina. Berita ini berhasil diketahui melalui catatan dari Ma Huan seorang penulis yang mengikuti perjalanan Laksamana Cheng Ho ia menyatakan melalui tulisannya bahwa sejak kira-kira tahun 1400 telah ada saudagar-saudagar Islam yang bertempat tinggal dipantai utara Pulau Jawa.
Sumber-sumber dari dalam negeri, Sumber-sumber ini diperkuat dengan penemuan-penemuan antara lain:
1. Penemuan sebuah batu di Leran (dekat Gresik). Batu bersirat itu menggunakan huruf dan bahasa Arab. Batu itu memuat keterangan tentang meninggalnya seorang perempuan yang bernama Fatimah binti Maimun (1028).
2. Makam Sultan Malikul Saleh di Sumatera Utara yang meninggal pada bulan Ramadhan tahun 676 M atau tahun 1297 M.
3. Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim di Gresik yang wafat tahun 1419. Jerat makam didatangkan dari Gujarat dan berisi tulisan Arab.
4. Makam-makam petilasan para wali penyebar agama Islam di Nusantara lainnya.
Saluran Penyebaran Islam:
Penyebaran Islam di Nusantara silakukan melalui perdagangan, perkawinan, pengusa, pendidikan, dan tasawuf
1. Perdagangan;
Sejak abad ke 7 M para pedagang Islam dari Arab, Persia dan India telah ikut ambil bagian dalam kegiatan perdagangan di Indonesia. Di samping berdagangan, para pedagang Islam dapat menyampaikan dan mengajarkan agama dan budaya Islam kepada orang lain termasuk masyarakat Indonesia.
2. Perkawinan;
Para pedagang Islam yang melakukan kegiatan perdagangan dalam waktu yang cukup lama. Keadaan ini dapat mempererat hubungan mereka dengan penduduk pribumi atau dengan kaum bangsawan pribumi. Jalinan hubungan yang baik ini terkadang diteruskan dengan adanya perkawinan antara putri kaum pribumi dengan para pedagang islam.
3. Politik;
Pengaruh kekuasaan seorang raja sangat besar peranannya dalam proses Islamisasi. Ketika seorang raja memeluk agama Islam maka rakyat juga akan mengikuti jejak rajanya. Setelah tersosialisasinya agama islam, maka kepentingan politik dilakukan melalui perluasan wilayah kerajaan, yang diikuti pula dengan penyebaran agama Islam. Contohnya, Sultan Demak mengirimkan pasukannya untuk menduduki wilayah Jawa Barat dan memerintahkanuntuk menyebarkan agama Islam. Pasukan itu dipimpin oleh Fatahillah.
4. Pendidikan;
Para ulama, guru-guru, ataupun para Kyai juga memiliki peranan yang cukup penting dalam penyebarkan agama dan budaya Islam. Meraka menyebarkan agama Islam melalui bidang pendidikan, yaitu dengan mendirikan pondok-pondok pesantren.
5. Kesenian;
Saluran kesenian dapat dilakukan dengan mengadakan pertunjukkan seni gamelan seperti yang terjadi di Yogyakarta, Solo, Cirebon, dan lain-lain. Seni gamelan ini dapat mengundang masyarakat untuk berkumpul dan selanjutnya dilaksankan dakwah-dakwah keagamaan. Disamping seni gamelan juga terdapat seni wayang. Melalui cerita-cerita wayang itu para ulama menyisipkan ajaran agama Islam .Contohnya:Sunan Kalijaga memanfatkan seni wayang untuk proses Islamisasi.
6. Tasawuf;
Para ahli tasawwuf hidup dalam kesederhanaan, mereka selalu berusaha untuk menghayati kehidupan masyarakatnya dan hidup bersama ditengah-tengah masyarakatnya. Para ahli tasawwuf ini biasanya memiliki keahlian yang dapat membantu kehidupan masyarakat, diantaranya ahli dalam menyembuhkan penyakit. Penyebaran agama-agama islam yang mereka lakukan disesuaikan dengan kondisi, dalam pikiran, dan budaya masyarakat pada masa itu, sehingga ajaran-ajaran Islam dapat mudah diterima oleh masyarakat. Contoh ahli tasawwuf antara lain Hamzah Fansuri di Aceh dan Sunan Panggung di Jawa.
Melalui berbagai saluran diatas, Islam dapat diterima dan berkembang pesat sejak sekitar abad ke 13 M. Alasanya adalah sebagai berikut.
1. Islam bersifat terbuka. Penyebaran islam dilakukan secara damai.
2. Islam tidak membedakan kedudukan seseorang dalam masyarakat.
3. Acara ritual dalam agama Islam dilakukan dengan sangat sederhana.
4. Ajaran Islam berupaya untuk menciptakan kesejahteraan kehidupan masyarakat dengan adanya kewajiban zakat bagi yang memiliki harta.

Proses Masuk dan Berkembangnya Agama dan Kebudayaan Islam di indonesia

Proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia menurut Ahmad Mansur Suryanegara dalam bukunya yang berjudul Menemukan Sejarah, terdapat 3 teori yaitu teori Gujarat, teori Makkah dan teori Persia. Ketiga teori tersebut di atas memberikan jawaban tentang permasalah waktu masuknya Islam ke Indonesia, asal negara dan tentang pelaku penyebar atau pembawa agama Islam ke Nusantara.
Untuk mengetahui lebih jauh dari teori-teori tersebut, silahkan Anda simak uraian materi berikut ini.

1. Teori Gujarat
Teori berpendapat bahwa agama Islam masuk ke Indonesia pada abad 13 dan pembawanya berasal dari Gujarat (Cambay), India. Dasar dari teori ini adalah:
a. Kurangnya fakta yang menjelaskan peranan bangsa Arab dalam penyebaran Islam di Indonesia.
b. Hubungan dagang Indonesia dengan India telah lama melalui jalur Indonesia – Cambay – Timur Tengah – Eropa.
c. Adanya batu nisan Sultan Samudra Pasai yaitu Malik Al Saleh tahun 1297 yang bercorak khas Gujarat. Pendukung teori Gujarat adalah Snouck Hurgronye, WF Stutterheim dan Bernard H.M. Vlekke. Para ahli yang mendukung teori Gujarat, lebih memusatkan perhatiannya pada saat timbulnya kekuasaan politik Islam yaitu adanya kerajaan Samudra Pasai. Hal ini juga bersumber dari keterangan Marcopolo dari Venesia (Italia) yang pernah singgah di Perlak ( Perureula) tahun 1292. Ia menceritakan bahwa di Perlak sudah banyak penduduk yang memeluk Islam dan banyak pedagang Islam dari India yang menyebarkan ajaran Islam.
Demikianlah penjelasan tentang teori Gujarat. Silahkan Anda simak teori berikutnya.

2. Teori Makkah
Teori ini merupakan teori baru yang muncul sebagai sanggahan terhadap teori lama yaitu teori Gujarat. Teori Makkah berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke 7 dan pembawanya berasal dari Arab (Mesir).
Dasar teori ini adalah:
  • Pada abad ke 7 yaitu tahun 674 di pantai barat Sumatera sudah terdapat perkampungan Islam (Arab); dengan pertimbangan bahwa pedagang Arab sudah mendirikan perkampungan di Kanton sejak abad ke-4. Hal ini juga sesuai dengan berita Cina.
  • Kerajaan Samudra Pasai menganut aliran mazhab Syafi’i, dimana pengaruh mazhab Syafi’i terbesar pada waktu itu adalah Mesir dan Mekkah. SedangkanGujarat/India adalah penganut mazhab Hanafi.
  • Raja-raja Samudra Pasai menggunakan gelar Al malik, yaitu gelar tersebut berasal dari Mesir. Pendukung teori Makkah ini adalah Hamka, Van Leur dan T.W. Arnold. Para ahli yang mendukung teori ini menyatakan bahwa abad 13 sudah berdiri kekuasaan politik Islam, jadi masuknya ke Indonesia terjadi jauh sebelumnya yaitu abad ke 7 dan yang berperan besar terhadap proses penyebarannya adalah bangsa Arab sendiri. Dari penjelasan di atas, apakah Anda sudah memahami? Kalau sudah paham simak

3. Teori Persia
Teori ini berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia abad 13 dan pembawanya berasal dari Persia (Iran). Dasar teori ini adalah kesamaan budaya Persia dengan budaya masyarakat Islam Indonesia seperti:
a. Peringatan 10 Muharram atau Asyura atas meninggalnya Hasan dan Husein cucu Nabi Muhammad, yang sangat di junjung oleh orang Syiah/Islam Iran. Di Sumatra Barat peringatan tersebut disebut dengan upacara Tabuik/Tabut. Sedangkan di pulau Jawa ditandai dengan pembuatan bubur Syuro.
b. Kesamaan ajaran Sufi yang dianut Syaikh Siti Jennar dengan sufi dari Iran yaitu Al – Hallaj.
c. Penggunaan istilah bahasa Iran dalam sistem mengeja huruf Arab untuk tanda- tanda bunyi Harakat.
d. Ditemukannya makam Maulana Malik Ibrahim tahun 1419 di Gresik.
e. Adanya perkampungan Leren/Leran di Giri daerah Gresik. Leren adalah nama salah satu Pendukung teori ini yaitu Umar Amir Husen dan P.A. Hussein Jayadiningrat.
Ketiga teori tersebut, pada dasarnya masing-masing memiliki kebenaran dan kelemahannya. Maka itu berdasarkan teori tersebut dapatlah disimpulkan bahwa Islam masuk ke Indonesia dengan jalan damai pada abad ke – 7 dan mengalami perkembangannya pada abad 13. Sebagai pemegang peranan dalam penyebaran Islam adalah bangsa Arab, bangsa Persia dan Gujarat (India). Demikianlah uraian materi tentang proses masuknya Islam ke Indonesia.
Proses masuk dan berkembangnya Islam ke Indonesia pada dasarnya dilakukan dengan jalan damai melalui beberapa jalur/saluran yaitu melalui perdagangan seperti yang dilakukan oleh pedagang Arab, Persia dan Gujarat. Pedagang tersebut berinteraksi/bergaul dengan masyarakat Indonesia. Pada kesempatan tersebut dipergunakan untuk menyebarkan ajaran Islam. Selanjutnya diantara pedagang tersebut ada yang terus menetap, atau mendirikan perkampungan, seperti pedagang Gujarat mendirikan perkampungan Pekojan. Dengan adanya perkampungan pedagang, maka interaksi semakin sering bahkan
ada yang sampai menikah dengan wanita Indonesia, sehingga proses penyebaran Islam semakin cepat berkembang.
Perkembangan Islam yang cepat menyebabkan muncul tokoh ulama atau mubaliqh yang menyebarkan Islam melalui pendidikan dengan mendirikan pondok-pondok pesantren.
Pondok pesantren adalah tempat para pemuda dari berbagai daerah dan kalangan masyarakat menimba ilmu agama Islam. Setelah tammat dari pondok tersebut, maka para pemuda menjadi juru dakwah untuk menyebarkan Islam di daerahnya masing- masing. Di samping penyebaran Islam melalui saluran yang telah dijelaskan di atas, Islam
juga disebarkan melalui kesenian, misalnya melalui pertunjukkan seni gamelan ataupun wayang kulit. Dengan demikian Islam semakin cepat berkembang dan mudah diterima oleh rakyat Indonesia.
Proses penyebaran Islam di Indonesia atau proses Islamisasi tidak terlepas dari peranan para pedagang, mubaliqh/ulama, raja, bangsawan atau para adipati. Di pulau Jawa, peranan mubaliqh dan ulama tergabung dalam kelompok para wali yang dikenal dengan sebutan Walisongo atau wali sembilan yang terdiri dari:
1. Maulana Malik Ibrahim dikenal dengan nama Syeikh Maghribi menyebarkan Islam di Jawa Timur.
2. Sunan Ampel dengan nama asli Raden Rahmat menyebarkan Islam di daerah Ampel Surabaya.
3. Sunan Bonang adalah putra Sunan Ampel memiliki nama asli Maulana Makdum Ibrahim, menyebarkan Islam di Bonang (Tuban).
4. Sunan Drajat juga putra dari Sunan Ampel nama aslinya adalah Syarifuddin, menyebarkan Islam di daerah Gresik/Sedayu.
5. Sunan Giri nama aslinya Raden Paku menyebarkan Islam di daerah Bukit Giri (Gresik)
6. Sunan Kudus nama aslinya Syeikh Ja’far Shodik menyebarkan ajaran Islam di daerah Kudus.
7. Sunan Kalijaga nama aslinya Raden Mas Syahid atau R. Setya menyebarkan ajaran Islam di daerah Demak.
8. Sunan Muria adalah putra Sunan Kalijaga nama aslinya Raden Umar Syaid menyebarkan islamnya di daerah Gunung Muria.
9. Sunan Gunung Jati nama aslinya Syarif Hidayatullah, menyebarkan Islam di Jawa Barat (Cirebon)

Kronologi Sejarah Islam

Islam memiliki sejarah yang panjang, sejak wahyu pertama turun hingga Islam berkembang di berbagai belahan dunia saat ini. 
Sekedar untuk mengingatkan kembali tentang rangkaian pergolakan demi pergolakan serta jejak perjuangan umat Islam dalam catatan sejarah Islam, di bawah ini akan terlihat lebih jelas bagaimana  kronologis sejarah Islam sedunia dari tahun ke tahun mungkin hingga saat ini.

          570 Tahun Gajah. Muhammad ibn ‘Abdullah lahir.
595 Pernikahan Muhammad ibn ‘Abdullah dengan Khadijah binti Khuwailid.
          610 Turun nya wahyu pertama.  Khadijah, Abu Bakar dan Ali ibn Abi Thalib masuk Islam
614 Hijrah pertama Muslim ke Habasyah ( Abyssinia )
615 Umar ibn al Khattab masuk Islam
617 Siti Khadijah tutup usia
621 Peristiw Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad saw. Perjanjian ‘Aqabah I. Beberapa kelompok Yastrib masuk Islam
622 Perjanjian ‘Aqabah II. Hijrah Nabi ke Yastrib, yang kemudian dikenal dengan nama Madinah an Nabi ( Kota Nabi ). Perjanjian Madinh : Konstitusi Negara Islam yang pertama
624 Perang Badar, Kemenangan militer Muslim yang pertama
625 Perang Uhud, kekalahan militer Muslim yang pertama
626 Perang Parit, berakhir dengan mundurnya bala tentara musyrikin Mekkah dan terbongkarnya penghianatan Yahudi di Madinah
628 Pakta Hudaibiyah dengan musyrikin Mekkah
630 Kemenangan atas Mekkah oleh kaum Muslim
632 Haji Wada' ( Perpisahan ). Nabi berpulang ke Rahmat Allah
632 ? 634 Abu Bakar , Khalifah I
634 ? 644 'Umar ibn al Khattab, Khalifah II
644 ? 656 ?Utsman ibn ?Affan, Khalifah III dan
656 ? 659 ?Ali ibn Abi Thalib, Khalifah IV
632 ? 634 Arabia bersatu
634 ? 635 Penaklukan Yordania, Palestina, Syria dan persia
641 ? 643 Penaklukan Mesir, Libya, Kartago dan Nubia
645 Pembanguna armada Muslim pada dasar-dasar Mesir dan Syria
652 Penaklukan Persia timur laut. Wafatnya Abu Dzar al Ghifari, zahid ( ascetic, ?pertapa? ) Muslim pertama
656 Perang Unta
657 Perang Siffin. Ar-Rasibi melepaskan diri dari barisan ?Ali bin Abi Thalib dan mendirikan al-Khawarij ( mereka yang keluar barisan )
659 ?Ali mengalahkan kaum Khawarij di Nahrawan
661 Ali tewas dibunuh oleh Ibn Muljam, seorang Khariji ( bentuk tunggal dari Khawariji )
670 Penaklukan al-Jazair dan Marokko
680 Tragedi Karbala
699 Khawarij praktis hancur
700 Ibn Ibadh mendirikan sekta Ibadhiyyah. Islam menybar di Pantai Timur Afrika.
715 Penaklukan Asia tengah, Sind dan Spanyol
710 Indus menjadi Batas Timur Islam
717 Pengepungan Konstantinopel yang gagal
724 Kaum Muslim mulai memasuki Prancis
728 Hasan al-Bashri, guru zahid, meninggal
730 Sekta Zaidiyyah didirikan oleh Zaid di Yaman
732 Kaum Muslim melintas Pyrenea dan memasuki Prancis, tetapi terhadang di Poitier, kira-kira 100 mil dari Paris
734 Kaum Muslim menaklukan Switzerland barat
747 ? 750 Revolusi ?Abbasi dan tumbanganya Dinasti Umawi
756 ?Abdu ?r-Rahman, pangeran Umayyah, membentuk sebuah emirat independen di Cordova, spanyol, yang kemudian dijadikan khilafat independen oleh cucunya
762 Kota Baghdat didirikan
767 Wafatnya Abu Hanifah, seorang faqih besar imam madzhab pertama.
776 Abu Hasyim al-Kufi, zahid Muslim pertama yang memakai pakaian shuf ( bulu domba ) dan disebut orang shufi
786 ? 809 Kemajuan intelektual dibawah Harun ar-Rasyid
795 Wafatnya Malik bin Anas, seorang faqih besar imam madzhab yang kedua
801 Rabi?ah al-Adawiyyah, seorang penyair dan shufiwati
809 Wafatnya Harun ar-Rasyid, masa keemasan ?Abbasiyyah
820 Wafatnya Abu Abdillah as-Syafi?I, seorang faqih beasr imam madzhab ketiga
825 Sicilia ditaklukan oleh kaum Muslim. Mereka tetap menetap disana sampai dengan 1050
827 Kaum Muslim menyerang Oye dan Britania
830 Pendirian Bait al-Hikmah di Baghdad oleh al-Ma?mun
831 Palermo direbut oleh kaum Muslim
836 Berdirinya Samrra
838 Al-Harits ibn Asad al-Muhasibi, penulis risalah lengkap pertama tentang shufisme
849 Fiqih Maliki diresmikan di Spanyol dan Afrika Utara
855 Wafatnya Ahmad ibn Hanbal, seorang faqih besar imam madzhab keempat
861 Dzu ?n-Nun al-Mashir, pemandi ( integrator ) Gnosticisme dengan Shufisme, meninggal dunia
870 Wafatnya al-Bukhari, seorang ahli hadits besar
874 Al-Qaddah membangun kepemimpinan Syi?ah, mula-mula di Bashrah, dan kemudian di Salamiyyah. Sekta Nushairiyyah didirikan oleh Muhammad ibn Nushair
875 Abu Yazid al-Busthami, pemandu misticisme India dengan shufisme, meningal dunia
900 Pemberontakan dan kebangkitan Qarmatiyyah/ Qarramithah
909 Daulah Fathimiyyah ditegakkan di Afrika Utara oleh ?Ubaidillah al-Mahdi.
910 Junaid al-Baghdadi, mufassir shufi pertama meninggal
910 ? 958 Kaum Fathimi mengambil sebagian besar Afrika Barat laut, dan mulai bergerak maju ketimu
922 Manshur al-Hallaj, shufi kembara petama, dihukum mati
923 Wafatnya at-Thabari, sejarawan
935 Wafatnya al-Alsy?ari, seorang ahli kalam
935 ? 939 Penyerangan dan penaklukan Jenewa
950 Wafatnya al-Farabi, guru kedua setelah Aristoteles
951 ? 971 ?Abu ?l-Malik dari Samniyyah
956 Orang-orang Turki Saljuki masuk Islam
969 Kaum Fathimi mengambil alih Mesir, mendirikan al-qahirah ( Cairo ) sebagai ibu negri, dan bergerak maju ke syria
972 Pendirian Universitas al-Azhar di Cairo
975 Kaum Fathimi mengambil alih Yaman
976 ? 997 Subugtigin dari Ghazna.
996 ? 1021 Al-Hakim al-Fathimi di Mesir
1000 Mahmud Ghazna membawa bendera Muslim ke India Utara
1021 ? 1035 Kaum Fathimi kehilangan Afrika Utara
1036 Wafatnya ibn Sina, filusuf Muslim ketiga setelah al-Kindi dan al-Farabi.
1043 Kaum Fathimi kehilangan semua kawasan kekuasaannya selain mesir
1071 Orang-orang Norman merampas Sicilia
1076 Tentaa Salib menduduki Yerusalem
1077 ? 1166 ?Abdu ?l-Qadir al-Jilli ( al-Jailani ), pendiri persaudaraan suci yang pertama
1100 Al-Ghazali menulis karya terkenal al-Ihya? ?Ulum ad-Din ( Menghidupkan kembali ilmu-ilmu Agama )
1111 Al-Ghazali, pendamai shufisme dengan ortodoksi Islam, meninggal dunia
1150 Al-Idrisi dari Sicilia membuat peta terperinci dunia yang diketahui pada dewasa itu
1175 Ahmad ar-Rifa?I, pendiri persaudaraan shufi Rifa?iyyah, meninggal dunia
1187 Shalahu ad-Din al Ayyubi mengalahkan tentara salib dan menduduki kembali Yerusalem
1220 Gerombolan-gerombolan Mongol Menyerang propinsi-propinsi timur khilafat
1240 Wafatnya ibn al?Arabi, seorang shufi besar Arab ? Spanyol
128 ?Ali as-Syadzili, pendiri persaudaraan shfi Syadziliyyah, meninggal dunia, hulagu, cucu Chengis Khan, menyerbu dam menghancurkan Baghdad
1260 Orang-orang Mamluk menaklukan orang-orang Mongol di ?Ain Jalut
1261 Khilafat ?Abbasiyyah dibangun kembali di Cairo dengan pengumuman Mustansir al-?Abbasi sebagai Khalifah
1267 Malik Zhahir Baiber akhirnya mengalahkan tentara salib dan mengusir mereka semua dari daerah-daerah yang masih tinggal
1273 Jalalu ?d-Din ar-Rumi, pendiri persaudaraan Shufi Maulawiyyah, meninggal dunia
1276 Ahmad al-Badawi, pendiri pesaudaraan Shufi Badawiyyah meninggal dunia
1369 Timur Leng menaklukkan Khurasan dan Transoxania
1375 Ibn Khaldun menulis karya terkenal al-Muqaddimah berisi filsafat dan penafsiran sejarah
1406 Wafatnya Ibn Khaldun, seorang filusuf sejarah dan bapak sosiologi.
1447 ? 1452 Ulugh Beg keluarga Timur Leng
1453 Turki Utsmaniyyah menaklukkan ontantinopel, yang menandai berkhirnya Kekaisaran Bizantium Kota termaksud dinamai lagi Istambul dan tetap menjadi pusat khilafat sampai hapusnya pada tahun 1924
1492 Granada dikuasai oleh orang-orang Kristen; ini menandakan berkahirnya kekuasaan Muslim di Spanyol
1500 Pendirian persaudaraan Shufi Bektasyi. Orang-orang Safawi ( Safavids ) muncul berkuasa di Persia
1518 Sultan Salim ?Utsmani diumumkan sebagai Khalifah pertama ?Utsmaniyyah
1526 Dinasti Mughal didirikan di India oleh Babur
1592 Belanda tiba di Indonesia sebagai pedagang kemudian sebagai penguasa pulau-pulau yang kaya ?raya tersebut dan menetap disana untuk selama 350 tahun
1600 Iran menjadi kekuatan independen dan besar dibawah ?Abbas
1683 Gerakan maju orang-orang Turki di Eropah dipukul mundur setelah penyerangan kedua ke Wina gagal
1699 Transylvania dan Hungaria jatuh ke tangan Austria dari tangan orang-orang ?Utsmaniyyah
1703 Lahirnya dua pembaharu besar di zaman modern : Muhammad ibn ?Abdu?l-Wahhab di ?Uyainah ( Arabia ) dan Syah Waliyullah di Delhi ( India )
1728 Muhammad ibn ?Abdu?l-Wahhab kembali ke Dar?iyyah perlawatannya ke negri-negri Muslim dan melancarkan penyusunan kembali pembangkit anti shufi
1729 Persetujuan ibn ?Abdu?l-Wahhab dengan Muhammad ibn Sa?ud, Amir Dar?iyyah untuk membentuk gerakan Wahhabiyyah
1730 ? 1731 Penyebaran doktrin Wahhabi di Najd, Kuwait, Hijaz, terutama disekitar kalangan para hajji
1732 Syah Waliyullah Delhi berhajji ke Mekah, dan mimpi bahwa Allah menghendaki dia Tampil memimpin gerakan pembaharu dan mengadakan re-generasi ummat
1736 Pendirian al-Ikhwan, para perantauan kolektif pertama, di Arabia Timur dan tengah, atas dasar Islam yang hidup dan atas dasar pertanian kooperatif
1757 Siraj ad-Daulah kalah di Plassey kaena kecurangan, Inggris bercokol di India
1760 Syah Waliyullah Delhi ( 1703 ? 1762 ) menasihati Najib ad-Daulah, Perdana Mentri Moghul India, untuk mengundang Pangeran Ahmad Syah Abdali Afghanistan untuk ikut dalam melawan orang-orang Maratha Hindu
1761 Kemenangan Ahmad Syah Abdali atas orang-orang Maratha di Panipat ( India )
1774 Lawatan da?wah ?Utsman dan Fodio di Kebbi, Afrika Barat. Rusia menaklukan propinsi Azov dari tangan orang-orang Turki
1784 Orang Ingris menduduki pulau Penang ( Tanah Malaya )
1785 Pemberontakan kaum Muslimin, dibawah pimpinan Shi San, seorang Muslim, terhadap kaisar Cina
1786 ?Utsman dan Fodio melanjutkan dengan da?wah 5 ? tahun mereka di Afrika Barat.
1789 Napoleon menyerang Mesir
1786 ? 1791 Penyerbuan orang-orang Thai atas kerajaan Patani Muslim di batas selatan mereka
1788 Prihidup Nabi Muhammad saw pertama kali terbit dalam bahasa Tionghoa
1796 ?Abdu al-Qadir, pemimpin Futa Toro, menyerang kajor, Afrika Barat. Kepala Khasonke memeluk Islam
1802 Kaum Wahhabi menguasai Karbala? (Irak), pusat ziarah suci Syi?ah
1803 Pengumuman perang oleh Sya ?Abdu ?l-Aziz dari Delhi terhadap Britania. Kaum Wahhabi merebut Mekkah dan Madinah. Gerakan Wahhabiyyah mencapai Indonesia dan sebagian negri-ngri Muslim lainnya melalui para jama?ah hajji yang kemba;I dari tanah suci Mekkah
1804 Fodio berhijrah dari Degel ke Gudu, Afrika Barat
1809 Pembentukan Sokoto yang memimin suku-suku bangsa Hausa memeluk Islam
1810 Jihad ( Perang suci ) Syaikh ahmad di Masina, Afrika Barat.
1811 Inggris membangun kekuatan di Malaka
1812 Bessarabia dirampas oleh orang-orang rusia dari tangan orang Turki
1813 Bala tentara mesir, bertindak sebagai kekuasaaan Kekaisaran Utsmaniyyah, menindas Wahabiyyah di Hijaz, namun gagal mengalahkannya. Bangkitnya kaum Wahhabi dan hancurnya bala tentara Mesir
1818 Penyerangan kedua bala tentara Mesir ke Arabia. Mengalahkan kaum Wahhabi dan menduduki menduduki ibukota mereka . Dar?iyyah. ?Abdu ?l-Lah, putra Muhammad ibn ?Abdu ?l-Wahab (1752 ? 1827), ke Mesir.
1821 ? 1830 Perlawanan dibawah pimpinan Jehangir khan di Singkiang. Sayyid Muhammad bin ?Ali as-Sanusi (1787 ? 1859) menunaikan ibadah haji dan memutuskan untuk bermukim di Mekkah dan Madinah untuk memperdalam ilmu dibawah asuhan ulama Wahhabi dan untuk bermeditasi. Pengaruh Wahhabi menobarkan Jihad untuk menegakkan negara Islam di Malaya dan Indonesia
1822 Sikh-Muslim bertempur dibawah pimpinan Syah isma?il dan Sayyid Ahmad Syahid, kedua-duanya pernah menjadi murid putra Syah Waliyullah . Percetakan pertama bahasa Arab di Bualq, Cairo.
1824 ? 25 Anglo Dutch Treaty membagi kepulauan Indonesia ? Malaya (Malay Archipelago) antara Belanda dan Inggris. Ihya? ?Ulum ad-Din karya al-Ghazali diterjemahkan ke dalam bahasa melayu.
1827 ? 31 Pembentukan khlafat peshawar, tuntutan (claim) pertama kali bagi khilafat ( ke-khalifah-an) diluar Kekaisaran Utsmaniyyah (Ottoman Empire) pada zaman modern
1830 Konfrontasi antara as-Sanusi dengan al-Hanisy, Syaikh al-Azha, pukulan terhadap Sanusi sebagai bid?ah (innovator). Orang-orang Yunani menjadi merdeka dari Utsmaniyyah
1831 ? 37 Ziarah as-Sanusi ke Mekkah yang kedua kalinya. Pendirian zawiyah. Sanusi pertama di Abu Qubais, dekat Makkah. ( catatan : Zawiyah (harfiah berarti : sudut) ialah bangunan atau raungan khusus untuk kegiatan peribatan para anggota tarekat ? ESA )
1833 Penyusunan kembali kekuatan kaum Wahhabi di Dar?iyyah dan Nad
1835 Pendirian akaemi kedokteran dan akademi militer di Mesir dan pembentukkan perguruan bahasa-bahsa dengan Rifa?ah Rafi?at ?t-Thahthawi sebagai direkturnya
1840 Inggris menduduki daerah-daerah pantai Selatan dan Timu Arabia
1843 Pendirian induk zawiyah oleh as-Sanusi di al-Baida? ( Libya ) dan penyebaran gerakan Sanusiyyah
1850 ? 63 Gerakan pembaharuan dibawah pimpinan kahir ad-Din Pasya di Tunisia. Pembaharuan di Universitas Masjid Zaitunah. Pemberlakuan hukum yang dipengaruhi kaidah-kaidah baat oleh kekaisaran Utsmaniyyah (niaga, 1850; pidana, 1858;acara perdata, 1861; dan niagamaritim, 1863). Pengadilan-pengadilan Nizhamiyyah didirikan di seluruh kawasan kekaisaran untuk melaksanakan hukum-hukum ini, membiarkan pengadilan-pengadilan syar?iyyah untuk urusan-urusan pribadi
1853 Lawatan-lawata da?wah (proselytizing expeditions) al-Hajj ?Umar di Afrika Barat, penyebaran kesetian tijani dikalangan Muslim dan penyebaran Islam di kalangan non muslim
1855 ? 80 pemberontakan di Yuhan (Tiongkok) dibawah pimpinan Muhammad Sulaiman
1856 Markas besar Sanusiyyah dipindahkan ke jaghbub, tempat universitas Islam yang baru didirikan
1857 Perjuangan bersenjata yang terakhir untuk kemerdekaan dari penjajahan Inggris di anak benua india. Inggris menurunkan dari tahta kaisar moghul terakhir, bahadur Syah Zafar, setelah mematahkan perang kemerdekaan pertama
1862 Sultan Jamal al-ahlam naik tahta Sulu dan merundingkan status protektorat bagi Sulu di bawah Spanyol
1869 Aceh (sumatera) sia-sia mencari bantuan dari Kekaisaran Utsmaniyyah melawan Belanda. Terusan Suez dibuka
1872 Pembukaan Daru ?l-?Ulum, Cairo. Singkiang dibebaskan di bawah pimpinan Ya?qub Khan dan diakui oleh Rusia, turki dan britania Raya
1873 Belanda menyerang Aceh dan menawan Sultan. Perlawanan berlangsung terus
1874 Pendirian Aligarh Muslim university (India) oleh Sayyid Ahmad Khan ( 1817 ? 1900 )
1875 ? 1902 Sanusiyyah mencapai puncak pencapaian ekspansi politis dan keagamaan di bawah pimpinan Sidi Muhammad as-Sanusi ( 1846 ? 1902 ), putra sang pendiri sendiri. Ibukota dipindahkan ke Kufra ( 1895 ) . Zawiyah-zawiyah tumbuh di pelbagai penjuru Dunia Muslim
1877 Jendral Tso menduduki Singkiang setelah meninggalnya Ya?qub Khan
1878 Bosnia , Rumania, Bulgaria, Serbia dan Montenegro merdeka dari Kekaisaran Utsmaniyyah
1811 Tunisia diduduki oleh Prancis. Pertempuran Aba (Sudan) antara tentara Utsmaniyyah dan pasukan al-Mahdi. Kemenangan al-Mahdi dan penyebaran gerakkannya diseluruh Sudan
1882 Inggris menduduki Mesir
1882 ? 83 Kemenangan-kemenangan al-Mahdi yang menentukan di Sudan
1884 Muhammad ?Abduh dan Jamalu ?d-Din al-Afghani menerbitkan Al-?Urwatsu ?l-Wutsqa, majalah kebangunan dan kesatuan Pan-Islami. Kemudian ?Abduh menerbitkan al-Manar
1885 Khartum jatuh ke tangan al-Mahdi. Gordon terbunuh. Negara Islam diproklamasikan dan perang melawan Shufisme dan madzhab-madzhab hukum. Al-Mahdi digantikan oleh anaknya, ?Abdullah
1887 ? 89 Runtuhnya semangat keagamaan di Sudan. Cara Mahdi menjadi sebuah madzhab dengan lembaga-lembaga keagamaannya sendiri
1888 Mirza Ghulam ahmad mengaku menerima ?wahyu? yang menitahkannya mendirikan gerakan Ahmadiyyah (India)
1891 M. Ghulam Ahmad mengaku menerima ?wahyu? kedua yang menyatakan bahwa dia adalah titisan (reinkarnasi) Isa al-Masih
1896 ? 1903 Inggris menduduki Ilorin, Sokoto, dan Kano, Afrika Barat
1898 Inggris menduduki Sudan
1898 ? 99 Kekuasaan Mahdi dikalahkan oleh orang-orang Mesir di Keweri. Khalifah ?Abdullah tewas di Fashoda, Sudan
1900 ?Sekta Ahmadiyyah? dijadikan nama gerakan oleh pendirinya
1901 Penyerbuan Prancis ke Maroko. Ibn sa?ud memulai kemenangan di Jazirah Arabia
1902 Ahmadiyyah memulai penerbitan The Review of Relegions. Pelaksanaan ?Ordonansi Pengadilan-pengadilan Syari?ah Sudan? yang menyebabkan berdirinya pengadilan tinggi, pengadilan propinsi dan pengadilan distrik untuk melaksanakan Syari?ah menurut madzhab Hanafi (seperti di Mesir)
1905 Rasyid Ridha menjadi editor al-Manar dan menggunakan majalah tersebut sebagai platform bagi Gerakan Salafiyyah
1906 Partai Liga Muslim (Muslim League Party) didirikan di India
1906 ? 09 Prancis dan Inggris menduduki Kawar, Bilma, ain Galaca (Borku), Wadai dan membunuh Muhammad al-Banani, pemimpin Sanusi diasingkan ( di Afrika Utara, Tengah dan Barat )
1910 Peraturan Organisasi Peradilan dan Syari'ah diundangkan di Mesir
1911 Kemerdekaan beragama bagi para Muslim Tionghoa. Berkala musim Tiongkok pertama kali terbit. Italia menduduki Tripolitania ( Libya )
1911 ?17 Pemberontakan anti Belada di Indonesia bagian Timur, Sumatera dan Kalimantan
1912 Muhammadiyyah, organisasi sosial pendidikan oleh H. Ahmad Dahlan di Yagyakarta. Perang Balkan yang menghancurkan pada tahun 1912 melengkapkan desintegrasi Kekaisaran Turki di dataran Eropa. Prancis mengambil Maroko di bawah protektoratnya
1915 Sidi Muhammad Idris menggantikan pendahulunya sebagai pimpinan gerakan Sanusiyyah
1918 Kekuasaan turki di negri-negri Arab berakhir
1920 Persaudaraan Shufi Shalihiyyah tersebar di Sudan Timur. Gerakan khilafat di India mendukung Khilafat Utsmaniyyah
1921 ? 24 Kaum Wahhabi merampas Ha?il ( Arabia ) dan Makkah dari boneka-boneka Utsmaniyyah dan membentuk kerajaan Arab Sa?udi di bawah ideologi Wahhabi
1922 Itali menyerang Libya, S.M. idris diasingkan, namun perlawanan berlangsung terus
1924 Penghapusan Khilafat oleh Turki Republiken
1925 College Muslim Tiongkok didirikan di Tsinan, Propinsi Shantung. Penerbitan kecaman atas buku Al-Islam wa ushul al-Hukm karangan ?Ali ?Abdu ?r-Raziq; dalih pertama kali bagi sebuah negara sekular. ?Abdu ?l-?Aziz bin ?Abdi ?r-Rahman diumumkan sebagai raja Najd dan Hijaz
1926 Al-Mu?tamar al-?Alam al-Islam (World Islamic Congress ), Organisasi Muslim Internasional yang pertama, disiapkan di Cairo an lahir di Makkah, untuk membahas hapusnya Khilafat Utsmaniyyah. Penerbitan buku Fi as-Syi?r al-Jahili karya Thaha Husein, yang mempertanyakan sumber-sumber Islami
1926 ? 27 ?Penyucian Masyarakat Islam? ( Purification of Islam Society ) didiikan oleh ?Alal al-Fasi di Fas, dan himpunan yang serupa didirikan pula oleh Balafrej di Rabat. Fusi antara keduanya dibawah nama ? Liga Maroko untuk Pembangunan dan Kemajuan Islam ? ( The Maroccan League for Islamic Reform and Progress )
1927 ? 28 Pendirian as-Syubbanu ?l-Muslimun ( Pemuda Muslim ) dan al-Ikhwanu ?l-Muslimun ( ersaudaraan muslim ) oleh Hasan al-Bana ( 1906 ? 1949 ) di Mesir
1928 ?Umar Mukhtar memangku kepemimpinan Sanusiyyah di Cyrenaica
1929 Himpunan Ulama al-Jazair didirikan; berkala mingguannya al-Basha?ir, memulai penerbitannya
1930 Idea negara Pakistan dicetuskan oleh Muhammad Iqbal
1930 ? 31 Italia menutup semua zawiyah-zawiyah Sanusi, membuang para sesepuhnya dan menghukum mati ?Umar Mukhtar. Reorganisasi Peradilan-peradilan Syari?ah dan tatacaranya di Mesir
1933 Tionghoa Muslim melancarkan perlawanan terhadap pemerintahan nasional; pembentukan Repoblik Turkistan Timur di bawah pimpinan Saifudin dari Singkiang. Al-Ikhwan menyebar ke seluruh penjuru Timur Dekat dan Afrika Utara. Penerbitan Majjallat al-Ikhwan al-Muslimun
1936 Hasan al-Bana memasuki lapangan politik dengan manulis surat terbuka kepada Raja Faruq dan kepada para pemimpin negara-negara Muslim, meminta mereka untuk mengadakan pembaharuan Islami
1940 Resolusi ? Pakistan ?
1941 Gerakan Jama?at al-Islami didirikan oleh Sayyid Abu al-A?la Maududi
1944 Penandatanganan ? Perjanjian Liga Negara-negara Arab ?
1945 Indonesia mencapai kemerdekaan. Liga Arab terbentuk
1946 Front Kesatuan Nasional Libya menyambut kembali kekuasaan Sanusi. Hapusnya waqaf keluarga di Mesir. Libanon dan Syria merdeka
1947 Berdirinya Pakistan sebagai negara Islam yang berdaulat. Markas Ahmadiyyah pindah dari India ke Pakistan
1948 Palestian diduduki oleh orang-orang Israeli dibawah naungan kekuatan-kekuatan Raksasa ( Great Power ). Kongres Nasional di bawah pimpinan Muhammad Ridha as-Sanusi mengumumkan konstitusi baru bagi Libya. Malaya bangkit melawan Inggris, Perang Palestina . Pemerintahan mesir memerintahkan pembubaran al-Ikhwan al-Muslimun
1949 Pembunuhan atas Hasan al-Bana. Al-Mu?tamar al-?Alam al-Islami dihidupkan kembali, setelah perang Dunia II, di Karachi
1950 Ma Hu Shan mengadakan perlawanan terhadap indoktrinasi kaum Komunis atas anak-anak Muslim
1951 Fusi semua himpunan orang-orang Maroko dalam ? Front National Maroko ? ( The Maroccan National Front ), dan fusi semua himpunan orang-orang al-Jazair dalam ? Front al-Jazair untuk pertahanan Kemerdekaan ? ( The Algerian Front for Defence of Liberty )
1951 ? 52 ?Utsman, pemimpin Muslim Tiongkok, dihukum mati oleh Rezim Cina Komunis. Propinsi Kansu menentang perampasan tanah waqaf milik perikatan-perikatan keagamaan
1952 Libya merdeka. Revolusi Ofsir-ofsir Muda dibawah pimpinan Muhammad Najib di mesir
1953 Penekanan terhadap para pengikut Ahmadiyyah meledak di Pakistan
1954 ? 55 Unifikasi Peradilan Nizhamiyyah dan Peradilan Syari?ah di Mesir dan Tunisia
1955 Sudan mendapatkan kemerdekaan. Pendirian Muslim College of Malaya
1955 ? 56 Kembalinya Muhammad V ke Maroko merdeka. Kemerdekaan Tunisia
1956 Konstitusi pertama Pakistan. Berakhirnya pendudukan Inggris di Mesir. Mesir menasionalisasi Terusan Suez. Sudan menjadi Repoblik Islam
1957 Tanah Malaya ( kemudian ; Malaysia ) mencapai kemerdekaan dibawah Islam sebagai agama negara
1958 Guinea dan Mauritania merdeka
1958 ? 59 Gerkan Nasional Pan-Somali terbentuk di Muqadisu. Majelis Umum PBB mengakhiri perwaliannya atas Somali dan menanugrahkan kemerdekaan
1960 Cameroon, Cent;Repoblik Afrika, Chad, Dahomey, Ivory Coast (Pantai Gading), Mali, Niger, Nigeria, Senegal, Togoland, Upper Volta dan Somalia mencapai kemerdekaan
1961 Kuwait, Siera Leone dan Tanganyika merdeka. Ordonansi Hukum-hukum nikah, talak dan waris
1962 Al-Jazair memenangkan kemerdekaannya. Jamal ?Abd an-Nashir mengumumkan ? Piagam Nasional ? di Mesir. Konstitusi kedua Pakistan
1963 Zanzibar merdeka
1964 Zanzibar bergabung dengan Tanganyika. Maklumat Bourguiba melarang berpuasa pada bulan Ramadhan. Jama?at al-Islami dinyatakan terlarang. Kerjasama regional antara Iran, pakistan dan Turki mulai; kerjasama tersebut menggulirkan bola bagi kerjasama regional untuk pembangunan diantara negri-negri Muslim. Maulawi merdeka
1965 Sayyid Qutb, pemikir dan pemimpin al-Ikhwan, dihukum mati di Mesir. Gambia dan Maldive merdeka
1966 Nigeria mendapat kemerdekaan dan membentuk rupoblik federal
1967 Terusan Suez ditutup. Mesir, Syria dan Yordania menderita kekalahan besar dalam perang . Gerakan kemerdekaan Muslim di Thailand dan pendudukan kolonial Thai di kawasan Muslim
1968 Mauritius merdeka
1969 Bentrokan Cina ? Melayu di Malaysia
1970 Shaikhdom Bahrain di Teluk Persia menyatakan kemerdekaannya
1971 Qatar merdeka. India menyerang Pakistan Timur. Pakistan Timur memisahkan diri dari Pakistan Barat dan membentuk Bangladesh sebagai negara sekuler di bawah Mujibur Rahman
1972 Afganistan menderita kelaparan besar
1973 Mesir dan Syria melancarkan serangan bersama besar-besaran terhadap Israel untuk merebut kembali tanah-tanah mereka, yang hilang terlepas dalam perang 1967
1974 Konferensi Puncak Islami berlangsung di Lahore, Pakistan
1975 Penguasa Abu Dhabi membayar ? 1.2 juta buat sebuah surat Nabi Muhammad saw, yang dikirimkan kepada Kaisar Byzantium pada kira-kira tahun 628 M, berisi ajakan beliau kepadanya untuk memeluk Islam
1976 World of islam Festival berlangsung di London
1977 Mesir dan Israel memulai usaha perdamaian
1978 Revolusi Iran
1979 Bala tentara Rusia memasuki Afghanistan dengan dalih menolong pemerintah Afghan
1980 Israel mengumumkan Jerusalem seutuhnya sebagai Ibukota
Sumber :
  1. Berita Live TVONE : Terdepan mengabarkan.
  2. Isma’il Ragi al-Faruqi (ed), Historical Atlas of Religions of the World ( New York : McMillan  Publishing Co, Inc. 1974 ),p.315 – 322.
  3. Muhammad Hamidullah, “General History of Islam “, dalam Hakeem Abdul Hameed (ed), Islam at A Glance, ( New Delhi : Indian Institute of Islamic Studies, 1981 ),p.1 – 14
  4. Sumber lainnya lihat juga : Bab 8 “ Muhammad Rasullah “, Bab 24 “ Jejak Ummat Islam dalam Kebudayaan : Kebudayaan Islam “, Bab 39 “ Mula Masuk dan tersiarnya Islam di Indonesia “, Bab 40 “ Pergerakan Ummat Islam dalam Sejarah Nasional Indonesia “, dan 41 “ Islam, Ummat Islam dan Pancasila “